The Fourth Monkey by J.D. Barker #BookReview - The Books of Ours
#NickReads
Identitas Buku
Penulis: J.D. Barker
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer Gramedia
Penerjemah: Endang Sulistyowati (English - Indonesian)
Penyunting: Ani Nuraini Syahara
Penyelaras: Naulia Zahra
Redesain: Yanyan Wijaya dan Sarah Hanifah
Penata letak: Dea Elysia Kristianto
ISBN: 9786230420511
Genre: Mystery, Thriller, Crime, Psychological thriller, Detective, Horror
Fakta Menarik!
Tahukah kamu bahwa novel ini adalah termasuk novel terlaris karya dari J.D. Barker bahkan hingga mendapatkan penghargaan “Audie Awards for Best Suspense/Thriller” pada tahun 2018.
Mari Kita Ulas!
The Fourth Monkey — Awal kisah menceritakan seorang detektif bernama Porter sedang mengurusi sebuah kasus yang sudah berlangsung lima tahun lamanya. Kasus ini adalah kasus pembunuhan berantai besar yang dilakukan oleh satu orang. Porter dan tim detektif menyebut kasus ini sebagai kasus ‘Pembunuhan Empat Monyet.’ Nama tersebut dipilih bukan tanpa arti melainkan dari pola dan motif pembunuh itu sendiri.
Kasus pembunuhan berantai ini disebut ‘Pembunuhan Empat Monyet’ karena sang pelaku pembunuh berantai memiliki keputusan moral menurut dirinya sendiri berdasarkan pepatah kuno tentang tiga monyet yang menutup mata, telinga, dan mulut. “Tidak boleh mendengar yang tidak baik, tidak boleh melihat yang tidak baik, tidak boleh berbicara yang tidak baik.” Kemudian, sesuai yang sang pembunuh percayai bahwa ada monyet keempat dengan makna “Tidak boleh melakukan yang tidak baik.” Dan dosa monyet keempat inilah adalah dosa yang tidak bisa dimaafkan menurut sang pembunuh.
Dari prinsip moral ini, pola pembunuhan yang dilakukan adalah dia mengincar orang-orang yang melakukan perbuatan buruk kemudian mentargetkan keluarga mereka sebagai korban. Contohnya ada yang menggelapkan uang kemudian anak dari pelaku penggelapan uang tersebut menjadi korban pembunuhan dengan telinga dipotong, mata dicungkil, dan lidah dipotong. Lalu, potongan-potongan tersebut dikirimkan dengan kotak kado kepada sang pelaku penggelapan uang tersebut.
Sudah lima tahun tim detektif kepolisian yang diketuai oleh Porter menyelidiki untuk mengejar Pembunuh Empat Monyet ini namun jejaknya selalu hilang begitu saja. Di sisi lain, korban terus bertambah dan kali ini adalah seorang gadis remaja bernama ‘Emory’ sedang disekap dan sudah diambil satu telinganya.
Bagaimana kondisi Emory? Apakah dia bisa selamat?
Opini
🙋🏻♂️Dari semua novel yang aku baca novel “The Fourth Monkey” ini adalah novel yang paling gore. Semuanya dijelaskan secara detail, penyiksaan kepada korban, bahkan latar belakang dari sang pembunuh sendiri adalah bener bener sebuah kisah thriller. Aku tidak mau menjelaskan detailnya bagaimana karena menurutku sendiri inilah yang segmen atau bagian yang paling seru untuk dibaca.
Oh iya buku ini dibagi menjadi tiga POV besar. POV pertama yaitu dari tim besar detektif yang dimiliki oleh Porter, Nash, dan Clair serta tim detektif lainnya. POV kedua adalah dari sang pembunuh ini sendiri yang dinarasikan melalui buku harian milik pelaku tapi dibaca oleh Porter. Kemudian POV ketiga adalah milik korban terakhir yaitu Emory, bagaimana dia bertahan hidup dan lainnya. Inilah yang membuat novel ini semakin seru, karena ada banyak POV pasti twist-twistnya juga semakin banyak. Dan aku juga suka novel yang memiliki banyak sudut pandang seperti ini.
Kemudian novel ini selalu menyediakan cliff-hanger pada setiap akhir chapter makanya aku ngga bisa berhenti untuk baca novel ini sebenarnya. Bahkan sampai akhir halaman juga memiliki cliff-hanger dan karena itu aku tahu bahwa novel ini memiliki sequelnya. Wah perjalanan Porter dan sang pembunuh ternyata belum berakhir di sini.
Rating dari Kami!
5/5⭐️

Comments
Post a Comment