Skip to main content

Newest released

The Housemaid's Secret by Freida McFadden #BookReview - The Books of Ours

  #NoraReads The Housemaid's Secret Identitas Buku Penulis: Freida McFadden  Penerbit: London : Bookouture, 2023 Tebal buku: 346 halaman ; 20 cm ISBN: 9780349132600 Genre: Psychological Thriller / Fiksi Fakta Menarik Di balik plot-plot mind-blowing yang ia tulis, Freida McFadden ternyata menjalani dua dunia sekaligus. Ia menulis novel sambil tetap berpraktik sebagai dokter neurologi. Latar belakang medis inilah yang jadi “senjata rahasia”-nya, adegan medis di ceritanya terasa super realistis, detail, dan bikin pembaca mikir: ini beneran fiksi, kan… bukan laporan medis sungguhan? Mari kita ulas Melanjutkan kisah dari The Housemaid, Millie kembali berjuang mencari pekerjaan untuk menopang hidupnya. Kali ini, ia bekerja bersama Enzo sebagai agen yang membantu menyelesaikan masalah rumah tangga para klien mereka. Namun, dengan latar belakang kriminal yang dimilikinya, Millie tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Akhirnya, Millie Calloway kembali ke peran lamanya dengan mel...

And Then There Were None by Agatha Christie #BookReview - The Books of Ours

 #NickReads

Novel Agatha Christie 'And Then There Were None'

Identitas Buku
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Sampul: Staven Andersen 
Penerjemah: Mareta
Tebal Buku: 280 Hal
ISBN: 9789792235241
ISBN Digital: 9786020616711
Genre: Mystery, Murder, Thriller, Detective

Fakta Menarik!
Tahukah kamu, novel Agatha Christie “And Then There Were None” ini telah diadaptasikan menjadi seri film dengan judul yang sama pada tahun 2015 lalu.

Mari Kita Ulas!
And Then There Were None (Lalu semuanya lenyap) — Cerita dimulai ketika sepuluh orang diundang oleh pria bernama Owen. Kesepuluh orang ini adalah Vera Claythorne seorang guru yang diundang ke Pulau Prajurit karena Tuan Owen membutuhkan sekretaris baru, Philip Lombard seorang mantan prajurit yang pernah bertugas di Afrika juga diundang oleh Owen ke Pulau Prajurit, William Blore seorang detektif yang ditugaskan Owen ke Pulau Prajurit, Emily Brent yang diundang oleh Oliver ke Pulau Prajurit juga, Anthony Marston seorang pemuda kaya raya yang juga diundang ke Pulau Prajurit, Laurence Wargrave seorang hakim yang turut diundang oleh Owen ke Pulau Prajurit, Edward Armstrong yang juga diundang oleh Owen ke Pulau Prajurit karena teman lamanya juga menantinya di sana, Jenderal Macarthur seorang pensiunan marinir yang juga dikatakan teman lamanya berada di Pulau Prajurit, serta Mr dan Mrs. Rogers yang ditugaskan oleh Owen untuk menjadi pelayan di Pulau Prajurit.

Kesepuluh orang ini dijadwalkan dengan waktu yang sama dan menaiki kapal yang sama untuk menyambut undangan Tuan Owen ke Pulau Prajurit. Mereka tidak merasa curiga sama sekali karena surat yang dikirim oleh Tuan Owen memang valid dan meyakinkan, terlebih lagi ada beberapa orang juga yang dititipkan suratnya oleh orang lain yang mereka kenal dan percaya.

Singkat cerita mereka sampai ke Pulau Prajurit dengan hati yang bergembira, karena tempat tersebut memiliki rumah besar yang sangat indah. Jendela kamar-kamar langsung menghadap ke lautan luas serta pernak-pernik rumah mewah di sana. Setelah mereka sampai, mereka merasa aneh satu sama lain karena rata-rata mereka hanya mengenal satu sama lain hanya namanya saja tidak dengan sifat dan latar belakangnya. Karena mereka sudah bersama akhirnya mereka pun bersantai dengan meminum-minum alkohol dan makan malam yang disuguhi oleh Mr dan Mrs. Rogers.

Tiba-tiba bunyi dari gramophone terdengar sangat keras dan jelas. Bukan lagu, bukan alunan syair dan juga bukan karya seni lain melainkan gramophone tersebut mengumandangkan tuduhan-tuduhan atas pembunuhan terhadap kesepuluh orang yang di Pulau Prajurit. Mendengar tuduhan-tuduhan tersebut semua orang menegang panik dan singkatnya mereka langsung memberikan klarifikasi satu sama lain terhadap tuduhan tersebut, kemudian mereka pun berpendapat bahwa Tuan Owen ini tidak nyata dan merupakan pembunuh yang menyamar.
Lalu saat semuanya mulai tenang dan suasana lebih kondusif diselingi minum-minum, Anthony Marston terkapar tidak bernyawa.

Siapakah korban berikutnya? Adakah dari mereka yang selamat?

Opini Nick
πŸ™‹πŸ»‍♂️ Wah novel ini fast paced banget alias alurnya sangat cepat. Apalagi konsepnya kita seperti disuruh nebak siapa korban berikutnya yang dibunuh sama Tuan Owen ini. Kalau aku perhatikan dari alur dan konsep ceritanya sepertinya “Rumah Miring” karyanya Soji Shimada sedikit terinspirasi dari novel Oma yang satu ini. Sama-sama pembunuhan berencana di dalam rumah mewah. Bedanya kalau di sini semuanya bersalah dan dibunuh sedangkan di karya Soji Shimada hanya beberapa orang saja.

Tetap saja konsep begini selalu keren banget. Karena bayangin ini orang secerdas apa bisa merencanakan pembunuhan yang complicated dan sangat-sangat rapi sehingga tidak diketahui oleh polisi. 

Namun, mungkin kalau kamu catet dan cermati semua karakter dalam novel ini pasti ada deh yang bisa dicurigain sebagai Tuan Owen ini. Haha kalau aku sendiri ngga curiga ke siapa-siapa karena semuanya jadi korban dan pemikiran tadi aku dapet setelah selesai baca buku ini. 

Rating dari Nick!
5/5⭐️

English Version | πŸ‡ΊπŸ‡Έ

Fun Fact!
Did you know, Agatha Christie’s novel And Then There Were None was adapted into a TV series with the same title back in 2015.

Here Comes the Review!
And There Were None — The story begins when ten people are invited by a man named Owen. Among them are Vera Claythorne, a teacher invited to Soldier Island to work as Owen’s new secretary; Philip Lombard, a former soldier who once served in Africa; William Blore, a detective assigned by Owen; Emily Brent, who also received an invitation; Anthony Marston, a wealthy young man; Laurence Wargrave, a judge; Edward Armstrong, who comes after being told an old friend would be there; General Macarthur, a retired marine who was also told an old friend awaited him; and finally, Mr. and Mrs. Rogers, who were hired as the servants on Soldier Island.

These ten people were scheduled to arrive at the same time, boarding the same boat to accept Mr. Owen’s invitation to Soldier Island. None of them suspected a thing, since the letters sent by Mr. Owen seemed valid and convincing. On top of that, some had even received the letters through people they knew and trusted.

Long story short, they arrive at Soldier Island in high spirits, since the place has a huge, beautiful mansion. The bedrooms have windows facing the wide open sea, and the house is filled with all sorts of fancy decorations. But once they get there, things feel a bit strange, because most of them only know each other’s names—not their personalities or backgrounds. Still, since they’re already together, they relax, have some drinks, and enjoy the dinner served by Mr. and Mrs. Rogers.

Suddenly, the gramophone blared loudly—not with music, poetry, or any kind of art, but with accusations of murder against the ten people on Soldier Island. Hearing this, everyone froze in panic, quickly trying to defend themselves and explain their side. They soon came to the conclusion that Mr. Owen wasn’t real at all, but rather the murderer in disguise.

Then, just as things start to calm down with some drinks, Anthony Marston suddenly drops dead.

Who will be the next victim? Will any of them make it out alive?

Inside Nick’s Mind
πŸ™‹πŸ»‍♂️ Wow, this novel is super fast-paced—the story just keeps moving. The whole concept makes us feel like we’re trying to guess who Mr. Owen’s next victim will be. From what I’ve noticed, the plot and concept seem a bit similar to Soji Shimada’s Murder in the Crooked House, which I think might have been slightly inspired by this one. Both involve planned murders inside a luxurious mansion. The difference is, here everyone is guilty and gets killed, while in Shimada’s story only a few people are.

Still, concepts like this are always super cool. I mean, just imagine how smart someone has to be to plan such a complicated and perfectly neat murder that even the police can’t figure it out.

But maybe if you take notes and pay close attention to all the characters in this novel, you’ll probably find someone to suspect as Mr. Owen. Haha, as for me, I didn’t suspect anyone since they all end up as victims—and that thought only came to me after I finished the book.

A Star From Nick!
5/5⭐️

Instagram: @thebooksofours
Threads: @thebooksofours
X: @thebooksofours
Email: itsatbo@gmail.com

Comments