Newest released
- Get link
- X
- Other Apps
Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie #BookReview - The Books of Ours
#NickReads
![]() |
| Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie |
Identitas Buku
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
Penyelia naskah: Yayi Dewintya
Editor: Mira Rainayati, Cicilia Prima
Sampul: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penata sampul: Clara Ajeng
Desainer isi: Putri Widia Novita
Genre: Romance, Slice of life, Contemporary
ID: 572510007
ISBN: 786020531373
Fakta Menarik!
Tahukah kamu, di buku Ziggy kali ini bertema romansa yang mengangkat kisah dari korban perang Aljazair.
Mari Kita Ulas!
Jakarta Sebelum Pagi — Cerita dimulai dengan seorang perempuan muda yang bernama Emina. Emina memiliki sifat yang unik, dia ceria, suka membaca buku, suka berbicara dengan mengutip dari buku dan mostly sifatnya aneh.
Aneh dalam artian di sini adalah, aneh karena dia sering membuat celetukan yang sangat tidak masuk akal atau hanya dirinya yang mengerti sebab celetukannya memang dari pikirannya sendiri. Contohnya adalah ketika Emina membaca buku “Animal Farm” karya George Orwell dia mulai mendefinisikan orang-orang sekitarnya dengan babi dan kasta-kastanya, dia bahkan menyebut dirinya babi asap (seorang yang pergi/pulang menaiki motor dan terasap di kemacetan jalan).
Emina tinggal di sebuah apartemen yang cukup (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil) dekat dengan rumah para jompo. Karena Emina sudah tidak memiliki orang tua karena meninggal dalam kecelakaan, Emina lebih sering bergaul dengan Nenek dan Kakak Neneknya serta tetangga mereka Pak Meneer. Pergaulan terbatas Emina ini juga karena sifat Emina yang sering tidak nyambung saat diajak berbicara oleh orang lain.
Pada suatu saat, Emina menjalankan kesehariannya yang biasa; berangkat kerja dengan motor, bertemu dengan para jompo, dan pulang ke apartemen untuk istirahat. Tiba-tiba, dirinya dikagetkan karena ada kiriman bunga hyacinth dan sebuah surat tidak tahu siapa pengirimnya. Karena dirinya memiliki penasaran yang tinggi, Emina mulai menyelidiki dari mana surat itu berasal. Singkat cerita, ternyata yang mengirim surat dan bunga tersebut adalah seorang laki-laki yang telah menguntit dirinya dari awal orang tuanya meninggal.
Apa yang terjadi selanjutnya, apakah laki-laki tersebut memiliki niat jahat?
Opini Nick
ππ»♂️ Kuingatkan sekali lagi jika kalian ingin membaca buku-bukunya Ziggy semua karakternya memiliki pemikiran yang tidak biasa bahkan bisa dibilang unik, maupun itu karakter anak kecil atau sudah dewasa. Seperti Emina ini, dirinya selalu bisa menemukan diksi-diksi yang tidak dipakai oleh orang pada umumnya untuk sebuah kondisi bahkan mendefinisikan seseorang di sekitarnya.
Di novel “Jakarta Sebelum Pagi Ini” khususnya, banyak yang bisa kita ambil; dari masalah jenjang kehidupan (sekolah, kuliah, kerja) maupun pilihan-pilihan kecil yang bakal memengaruhi kehidupan kita contohnya ya sifat yang kita gunakan untuk berinteraksi dengan sekitar kita. Lebih lanjut, novel ini mengajari kita it’s okay to be a freak kalau memang itulah sifat diri kita sendiri. Jika kita lihat dari karakter Emina, dia memiliki cara tersendiri untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, bahkan jika dia sudah tertarik dengan orang lain dia akan memiliki cara sendiri dan anehnya ini merupakan cara yang paling efektif tentunya bagi dirinya sendiri.
Selain itu, orang seperti Emina juga pasti akan lebih memiliki toleransi terhadap orang aneh lainnya seperti halnya Abel; seorang anak laki-laki yang memiliki penyakit mental dalam novel disebut sebagai damaged person (konteks fobia yang jarang diketahui umum). Yap, Abel adalah penguntit misterius dalam buku, dia menjadi penguntit karena memiliki fobia suara dan sentuhan.
Aku menginterpretasi interaksi bahkan kisah romansa antara Emina dan Abel sebagai pesan tersirat bahwa orang yang memiliki luka batin maupun mental tetap layak memiliki cinta, dicintai, dan berbagi kasih sayang. Orang-orang yang luka akibat kondisi sekitar juga layak diberi waktu untuk merekonstruksi dirinya sendiri karena tetap mereka adalah manusia seutuhnya.
Rating dari Nick!
4/5 ⭐️
Jujur ini novel bagus, aku kasih bintang 4 karena kadang masih belum terbiasa sama celetukannya yang tiba-tiba, sehingga aku harus berpikir lebih dalam untuk memahami pesan di dalamnya.
English Version | πΊπΈ
Fun Fact!
Did you know that in this book, Ziggy explores a romance story inspired by victims of the Algerian war.
Here Comes the Review!
Jakarta Sebelum Pagi — The story begins with a young woman named Emina. She has a unique personality—cheerful, loves reading, often talks in book quotes, and, for the most part, comes off as pretty quirky.
By quirky, I mean the kind of odd where she blurts out random comments that don’t make much sense to anyone but herself, since they usually come straight from her own thoughts. For example, after reading George Orwell’s Animal Farm, she starts labeling the people around her as pigs and their castes, even calling herself a “smoked pig” (someone who rides a motorbike and gets covered in exhaust fumes from traffic).
Emina lives in a modest apartment—not too big, not too small—near a nursing home. Having lost both her parents in an accident, she spends most of her time with an elderly lady, her sister, and their neighbor, Mr. Meneer. Her social circle is small, partly because people often find it hard to connect with her since she tends to drift off in conversations.
One day, while going through her usual routine—riding her motorbike to work, meeting with the elderly, and heading back home to rest—she’s suddenly surprised by a delivery of hyacinths and an anonymous letter. Curious by nature, Emina sets out to uncover who sent them. It turns out the sender is a man who has been stalking her ever since her parents passed away.
What happens next? Does this man have bad intentions?
Inside Nick’s Mind
Let me remind you again, if you’re planning to read Ziggy’s books, all the characters usually have unusual, even unique ways of thinking—whether they’re kids or adults. Take Emina, for example. She always manages to find words and expressions that most people wouldn’t normally use to describe a situation, or even to define the people around her.
In “Jakarta Sebelum Pagi” especially, there’s a lot of messages that you can take—from life stages (school, college, work) to the small choices that end up shaping our lives, like the kind of traits we use when interacting with others. On top of that, the novel teaches us that it’s okay to be a freak if that’s who we really are. Looking at Emina’s character, she has her own way of communicating and connecting with others. And when she’s interested in someone, she approaches them in her own unique way—which, strangely enough, turns out to be the most effective way for her.
Also, people like Emina usually have more tolerance toward others who are considered “weird,” just like Abel—a boy struggling with mental health issues, described in the novel as a “damaged person” (in the context of a rare phobia). Yep, Abel is the mysterious stalker in the book. He becomes one because he suffers from a phobia of sound and touch.
I see the interaction and even the romance between Emina and Abel as a subtle message: people with emotional or mental scars are still worthy of love, of being loved, and of sharing affection. Those who are hurt by their circumstances also deserve the time and space to rebuild themselves—because at the end of the day, they’re just as human as anyone else.
A Star From Nick!
4/5 ⭐️
Honestly, this is a really good novel. The only thing is, I’m still not used to the sudden remarks here and there, so sometimes I have to think a bit harder to catch the message behind them therefore I gave 4 stars.
Popular Posts
Negeri Para Bedebah by Tere Liye #BookReview - the Books of Ours
- Get link
- X
- Other Apps
Teka-Teki Rumah Aneh by Uketsu #BookReview - The Books of Ours
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment